TANGERANG, ReportaseXpost.com – 6 Oktober 2026. Dalam rangka memperkuat program pembinaan yang kreatif, interaktif, dan humanis, Lapas Kelas IIA Tangerang bekerja sama dengan Garis Hitam Indonesia melaksanakan kegiatan ART Therapy bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan tema “Seni untuk Pulih, Berkarya dan Bermakna”, Selasa (6/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Tangerang ini menjadi ruang bagi WBP untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas, berbagi pengalaman, serta melakukan refleksi melalui pendekatan seni.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan welcome thanks dari Garis Hitam Indonesia serta welcome speech oleh Kepala Lapas Kelas IIA Tangerang, Triana Agustin. Dalam kesempatan tersebut, Kalapas menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin serta pentingnya menghadirkan kegiatan pembinaan yang memberikan ruang bagi WBP untuk tumbuh dan melakukan perubahan positif.
Selanjutnya, peserta mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dipandu oleh tim Garis Hitam Indonesia, meliputi Teknik Grounding, Sharing Session, Art Therapy, Focus Group Discussion (FGD), serta kegiatan Pohon Kehidupan. Seluruh rangkaian dirancang untuk mendorong peserta mengenali diri, mengekspresikan pengalaman secara positif, membangun interaksi, serta memaknai perjalanan kehidupan.
Melalui kegiatan ART Therapy, seni tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas kreatif, tetapi juga sebagai media pembinaan yang memberikan ruang bagi WBP untuk berekspresi dan melakukan refleksi. Proses tersebut diharapkan dapat membantu peserta membangun perspektif yang lebih positif, menumbuhkan harapan, serta mengembangkan potensi diri.
Kepala Lapas Kelas IIA Tangerang, Triana Agustin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih beragam dan berorientasi pada kebutuhan WBP.
“Kami berharap melalui ART Therapy ini, Warga Binaan dapat memperoleh ruang untuk berekspresi, berkarya, dan melakukan refleksi diri. Seni dapat menjadi salah satu media untuk membantu seseorang melihat pengalaman dari perspektif yang lebih positif dan bermakna.”
Kegiatan berlangsung dengan lancar hingga seluruh rangkaian selesai. Hasil pelaksanaan ART Therapy selanjutnya menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan kegiatan pembinaan yang interaktif, kreatif, reflektif, dan humanis.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Lapas Kelas IIA Tangerang terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang mendukung proses perubahan positif WBP, sehingga mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki kesempatan untuk pulih, berkembang, berkarya, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.















