Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaLapas dan rutan

Perayaan Isra Mi’raj 1447 H sebagai Upaya Meneladani Perjalanan Spiritual dan Menguatkan Keimanan Warga Binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang

115
×

Perayaan Isra Mi’raj 1447 H sebagai Upaya Meneladani Perjalanan Spiritual dan Menguatkan Keimanan Warga Binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang

Sebarkan artikel ini

TANGERANG, Reportasexpost.com – Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang melaksanakan kegiatan Perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema Perjalanan Spiritual ke Langit yang Menjadi Kunci Perubahan Kualitas Ibadah dan Arah Perjalanan Umat.

Acara diawali dengan penampilan marawis dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang seluruhnya dibawakan oleh warga binaan serta dipersiapkan sebelumnya sebagai bagian partisipasi aktif dari kegiatan keagamaan.

Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang, Salis Farida Fitriani, menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan aktif warga binaan dalam kegiatan keagamaan. Beliau berharap perayaan Isra Mi’raj ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai umat Muslim.

Kegiatan Peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Kepala LPKA, Kepala Bapas Tangerang, serta perwakilan dari Lapas Kelas I Tangerang, Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, dan Lapas Kelas IIA Tangerang. Kehadiran para pejabat dan perwakilan UPT Pemasyarakatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan kerohanian di lingkungan pemasyarakatan.

Acara inti diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadzah Prof. Dr. Sri Tuty Rahmawati, S.Ud., M.A. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai salah satu fase berat dalam perjuangan dakwah Rasulullah. Peristiwa tersebut tidak hanya menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menggambarkan kesabaran dan keteguhan beliau dalam menghadapi berbagai ujian dan penolakan.

Beliau menekankan bahwa perintah salat yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj memiliki kedudukan istimewa dibandingkan amalan lainnya, karena menjadi satu-satunya ibadah yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT. Salat disampaikan sebagai amalan pertama yang akan dihisab, sekaligus menjadi tolok ukur kualitas keimanan seorang Muslim.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa menjaga salat bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan bagian dari perjuangan spiritual yang menuntut kedisiplinan, kesungguhan, dan keikhlasan. Melalui konsistensi dalam menjalankan salat, diharapkan setiap individu mampu memperbaiki akhlak, memperkuat keteguhan hati, serta meneladani semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab.

Kegiatan Perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar seluruh peserta diberikan kekuatan untuk terus memperbaiki diri serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *