JAKARTA, ReportaseXpost.com — Pagi itu, suara dentuman alat berat memecah suasana di Jalan Bangun Nusa Raya (Pakuwon), Kelurahan Cengkareng Timur. Debu beterbangan, seng-seng berjatuhan, dan satu per satu bangunan semi permanen yang selama bertahun-tahun berdiri di atas saluran air akhirnya diratakan petugas.
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya penertiban biasa. Namun bagi warga sekitar, Kamis (7/5/2026) pagi menjadi momentum yang sudah lama dinanti untuk sebuah titik terang dari persoalan banjir yang saban musim hujan menghantui kawasan tersebut.
Belasan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air dibongkar oleh gabungan petugas Satuan Polisi Pamong Praja, petugas SDA, serta tim PPSU Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat. Penertiban dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi saluran air yang selama ini tertutup bangunan dan diduga menjadi salah satu penyebab genangan.
Di antara kerumunan warga yang menyaksikan proses pembongkaran, Teguh, warga RW 09, tak bisa menyembunyikan rasa lega.
“Alhamdulillah, akhirnya dibongkar juga setelah sekian lama kami warga di sini berulang kali melaporkan terkait bangunan liar di atas saluran air di Jalan Bangun Nusa Raya ini,” ujarnya.
Menurut Teguh, persoalan banjir di kawasan itu bukan hal baru. Bahkan hujan dengan intensitas singkat kerap membuat jalan tergenang, mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah.
“Kalau hujan sebentar saja di sini langsung banjir. Anak-anak sekolah sampai harus buka sepatu karena jalan penuh genangan. Kami berharap setelah ini saluran air dan pompa segera diperbaiki supaya tidak banjir lagi,” katanya penuh harap.
Pemandangan menarik terjadi saat penertiban berlangsung. Petugas tampak tak pandang bulu dalam menjalankan tugas. Selain warung makan dan toko kelontong, sebuah gardu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berada di lokasi juga ikut dibongkar menggunakan alat berat.
Langkah itu mendapat perhatian warga, yang menilai penertiban kali ini dilakukan secara adil dan tegas.
Pelaksana Tugas Camat Cengkareng, Simson Hutagalung, mengatakan pembongkaran tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang sudah berlangsung cukup lama.
“Pembongkaran belasan bangunan liar yang berada di atas saluran air di Jalan Bangun Nusa Raya ini memang sudah lama dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan, karena menyebabkan banjir akibat genangan air saat hujan turun,” kata Simson di lokasi.
Ia menjelaskan, sejumlah bangunan yang dibongkar merupakan bangunan semi permanen sehingga memerlukan alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pembongkaran.
Setelah penertiban selesai, pemerintah akan segera melakukan penataan ulang saluran air agar kembali berfungsi optimal, termasuk pemasangan penutup saluran (grill/judith) guna mendukung kelancaran aliran air.
Menurut Simson, langkah persuasif sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum pembongkaran.
“Sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada para pemilik bangunan. Mereka menerima untuk dibongkar,” ujarnya.
Tak hanya bangunan liar, petugas juga merapikan kabel-kabel listrik yang selama ini terlihat semrawut di sepanjang lokasi penertiban, menambah kesan kumuh di kawasan tersebut.
Pengamanan penertiban melibatkan personel dari Kepolisian Sektor Cengkareng, Komando Rayon Militer 04/Cengkareng dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jakarta Barat. Proses berjalan kondusif tanpa hambatan maupun perlawanan dari pihak terkait.
Bagi warga, pembongkaran ini bukan sekadar merobohkan bangunan, melainkan membuka harapan baru: saluran air kembali mengalir, jalan bebas genangan, dan anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa harus menerjang air.
Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, terselip optimisme bahwa kawasan Bangun Nusa Raya perlahan akan kembali pada fungsinya, bukan sebagai ruang liar yang menutup aliran air, tetapi sebagai lingkungan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi warga.*















