Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaPemerintahWalikota jakarta pusat

Cegah Banjir Berulang, Pemkot Jakpus Sisir Anak Kali Ciribut

114
×

Cegah Banjir Berulang, Pemkot Jakpus Sisir Anak Kali Ciribut

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Reportasexpost.com – Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota hampir seharian. Salah satu perhatian utama tertuju pada kondisi Sungai Anak Kali Ciribut yang sempat mengalami peningkatan debit air.

Arifin mengatakan, meski ketinggian muka air Sungai Anak Kali Ciribut kini telah berangsur surut, pemerintah kota tetap mempercepat langkah penanganan melalui koordinasi lintas instansi. Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) dikerahkan untuk mempercepat pengerukan saluran, pembersihan sedimentasi, serta berbagai pekerjaan teknis lain yang berkaitan dengan pengendalian genangan.

“Ini adalah bentuk respons cepat pemerintah. Kemarin hujan turun hampir seharian dan masih ditemukan beberapa titik yang tergenang. Pemerintah tidak boleh diam, kita harus bergerak cepat memberikan layanan kepada masyarakat,” ujar Arifin, Selasa (13/1/2026).

Arifin menegaskan, setiap persoalan yang berkaitan dengan genangan maupun banjir harus ditangani segera tanpa menunggu kondisi memburuk. Untuk itu, seluruh jajaran diminta bergerak bersama melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Selain SDA, jajaran pertamanan juga dilibatkan untuk memastikan tidak ada hambatan aliran air, seperti batang pohon, akar, maupun material lain yang menyumbat saluran. Arifin memastikan, seluruh titik penyumbatan yang ditemukan telah dibersihkan dan dituntaskan.

“Kalau besok hujan turun lagi, kita lihat hasilnya. Mudah-mudahan tidak terjadi genangan seperti kemarin,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Pusat melakukan peninjauan langsung ke Jalan Mangga Dua, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, pada Selasa (13/1/2026), guna memastikan saluran air berfungsi optimal dan meminimalkan risiko banjir di kawasan padat aktivitas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *