JAKARTA, Reportasexpost.com – Dugaan praktik prostitusi terselubung berkedok layanan pijat kembali mencuat di Ibu Kota. Kali ini, usaha spa bernama Loyal Massage yang beroperasi di kawasan ITC Fatmawati, Blok A1 No.20, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diduga menawarkan layanan “plus-plus” kepada pelanggan.
Berdasarkan penelusuran kru media, promosi dilakukan secara aktif melalui aplikasi WhatsApp. Nomor yang mengatasnamakan Loyal Massage dilaporkan mengirimkan foto-foto terapis perempuan untuk menarik minat calon pelanggan. Aktivitas tersebut terpantau pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 19.15 WIB.
Tak hanya menawarkan layanan pijat konvensional, calon pelanggan disebut langsung diberikan opsi memilih paket bertajuk “all in”. Dalam percakapan via WhatsApp, pelanggan juga menerima sejumlah foto terapis untuk dipilih.
“Ditawari mau massage biasa atau ‘all in’. Terapisnya dikirim fotonya satu per satu,” ungkap sumber kepada media ini.
Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa usaha ini tidak semata menyediakan layanan terapi kesehatan, melainkan mengarah pada praktik prostitusi terselubung. Promosi yang dilakukan secara digital dan terbuka pun menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan terhadap operasional usaha tersebut.
Apabila terbukti, praktik ini berpotensi melanggar ketentuan perizinan usaha spa serta aturan hukum terkait tindak pidana prostitusi dan penyalahgunaan izin usaha. Tempat terapi yang seharusnya menjadi sarana relaksasi dan kesehatan diduga disalahgunakan untuk aktivitas di luar peruntukannya.
Fenomena ini juga memicu sorotan terhadap efektivitas pengawasan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait. Kawasan komersial seperti ITC Fatmawati yang berada di pusat aktivitas masyarakat seharusnya berada dalam pengawasan ketat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Loyal Massage belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Tanpa langkah penindakan yang tegas dan menyeluruh, praktik pijat plus-plus dikhawatirkan terus berkembang, memanfaatkan modus spa sebagai kedok bisnis prostitusi yang dikemas melalui platform digital.














