Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-31-at-14-46-52
Whats-App-Image-2026-04-01-at-14-39-48
BeritaLapas dan rutan

Lapas Cipinang Perkuat SDM melalui Knowledge Sharing SMART PAS

114
×

Lapas Cipinang Perkuat SDM melalui Knowledge Sharing SMART PAS

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, ReportaseXpost.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus membangun budaya belajar organisasi melalui Knowledge Sharing SMART PAS (Sistem Manajemen Aparatur Resilien dan Terampil Pemasyarakatan) sebagai strategi penguatan kompetensi petugas dalam menghadapi dinamika tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas I Cipinang, Jumat (24/7) ini menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik guna memperkuat profesionalisme aparatur.

Mengusung tema “Membangun Petugas Pemasyarakatan yang Profesional, Resilien, dan Komunikatif”, forum menghadirkan tiga materi utama, yakni kesejahteraan psikologis pegawai, penguatan pemahaman asas-asas pemasyarakatan, serta komunikasi publik dan peran agen informasi dalam mendukung citra positif institusi.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa kualitas organisasi ditentukan oleh kemampuan setiap petugas untuk terus belajar, beradaptasi, dan saling berbagi pengetahuan.

“Tantangan pemasyarakatan terus berkembang sehingga kompetensi petugas tidak boleh berhenti berkembang. SMART PAS kami bangun sebagai sistem pembelajaran internal agar pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik tidak berhenti pada individu, tetapi menjadi modal organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan,” tegas Dr. Syarpani.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha sekaligus Action Leader SMART PAS, Ari Budiningsih, menjelaskan bahwa SMART PAS dirancang sebagai model manajemen pengetahuan (knowledge management) yang mengintegrasikan forum berbagi pengetahuan, dokumentasi materi, serta bank pengetahuan internal sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“SMART PAS bukan sekadar forum pelatihan, tetapi sistem yang memastikan setiap pengetahuan terdokumentasi, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan kembali oleh seluruh petugas. Dengan demikian, pembelajaran menjadi budaya organisasi, bukan kegiatan yang bersifat insidental,” jelas Ari.

Salah satu peserta, Rizal Dzibran, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai pentingnya menjaga ketahanan psikologis dalam bekerja, memperkuat pemahaman terhadap asas-asas pemasyarakatan, serta membangun komunikasi publik yang lebih efektif sebagai bagian dari peran petugas.

“Materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan kerja sehari-hari. Kami tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga bekal praktis untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjalankan peran sebagai agen informasi di lingkungan kerja,” ujarnya.

Melalui implementasi SMART PAS, Lapas Kelas I Cipinang terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi organisasi menuju learning organization, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembinaan Warga Binaan yang selaras dengan Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, serta arah 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. (sta)

Whats-App-Image-2026-04-01-at-14-39-48
Editor: Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *