Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKemendagriPemerintahTNI AD

Satgas PRR Berhasil Relokasi Seluruh Pengungsi di Sumut, Pembangunan Huntara Pascabencana Sumatera Capai 80 Persen

116
×

Satgas PRR Berhasil Relokasi Seluruh Pengungsi di Sumut, Pembangunan Huntara Pascabencana Sumatera Capai 80 Persen

Sebarkan artikel ini

SUMATERA, Reportasexpost.com – Minggu (15/3/2026) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera berhasil merelokasi seluruh pengungsi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara (Sumut). Para penyintas banjir dan longsor di wilayah tersebut kini telah meninggalkan tenda pengungsian dan beralih ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh pemerintah serta lembaga nonpemerintah.

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 14 Maret 2026, jumlah pengungsi yang masih berada di tenda mengalami penurunan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Dari sebelumnya tercatat sebanyak 1.314 kepala keluarga (KK), kini tersisa 812 KK yang masih berada di tenda, atau berkurang sebanyak 502 KK.

Saat ini, seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda berada di wilayah terdampak bencana di Aceh. Sementara itu, seluruh pengungsi di Sumatera Utara telah berhasil direlokasi ke hunian yang lebih layak. Capaian ini menyusul keberhasilan relokasi di Sumatera Barat (Sumbar), yang lebih dahulu menuntaskan pemindahan seluruh pengungsi ke hunian yang layak.

Keberhasilan relokasi tersebut tidak terlepas dari percepatan pembangunan hunian sementara di tiga provinsi terdampak bencana. Hingga kini, jumlah huntara yang selesai dibangun terus mengalami peningkatan.

Dari total rencana pembangunan sebanyak 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, sebanyak 15.595 unit di antaranya telah rampung dibangun atau sekitar 80 persen dari target keseluruhan. Secara rinci, pembangunan huntara di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen, di Sumatera Utara mencapai 95 persen, dan di Aceh sekitar 77 persen.

Selain pembangunan huntara, Satgas PRR juga secara bertahap merampungkan pembangunan hunian tetap (huntap). Berdasarkan data per 14 Maret 2026, sebanyak 110 unit huntap telah selesai dibangun dari total rencana 36.669 unit. Sementara itu, sebanyak 1.359 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Upaya penurunan jumlah pengungsi juga dilakukan melalui pemberian bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang memilih tidak tinggal di huntara. Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 13.728 penerima di tiga provinsi terdampak.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi jumlah pengungsi dengan merelokasi mereka ke hunian yang lebih layak.

Tito menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan para pengungsi tinggal di tenda terlalu lama. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat penyelesaian persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

“Jadi, kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk bulan ketiga setelah akhir November. Tidak elok kalau mereka masih di tenda,” ujar Tito.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait percepatan penanganan pengungsi pascabencana Sumatera yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *